Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi dan Pemuda Tanjung Luar Gelar Monitoring Lokasi Penanaman Mangrove
Tanjung Luar [Rabu, 06 Mei 2026] Dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi bergerak bersama pemuda-pemudi Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Mereka melakukan kegiatan monitoring dan survei lokasi yang diproyeksikan sebagai kawasan penanaman mangrove pada Kamis (21/05/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah awal yang krusial sebelum aksi penanaman bibit mangrove dilakukan. Survei lapangan ini bertujuan untuk memetakan titik-titik kritis yang mengalami abrasi, mengukur tingkat pasang surut air laut, serta memastikan kondisi substrat atau tanah agar persentase hidup bibit mangrove yang akan ditanam terjamin tinggi.
1. Kolaborasi Demi Masa Depan Pesisir
Koordinator KKN Universitas Hamzanwadi di Desa Tanjung Luar menyatakan bahwa keterlibatan aktif generasi muda setempat menjadi kunci utama keberlanjutan program ini.
"Kami tidak ingin ini hanya menjadi program seremonial. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pemuda-pemudi Tanjung Luar sangat penting. Mereka adalah garda terdepan yang akan merawat dan menjaga mangrove ini dalam jangka panjang," ujarnya di sela-sela kegiatan survei.
Desa Tanjung Luar, yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas perikanan di Lombok Timur, memang memiliki ketergantungan yang besar terhadap ekosistem laut yang sehat. Penanaman mangrove ini diharapkan mampu menjadi benteng alami dari ancaman abrasi sekaligus menjadi rumah bagi berbagai biota laut seperti kepiting, udang, dan ikan kecil.
2. Sambut Positif dari Pemuda Setempat
Perwakilan pemuda Desa Tanjung Luar menyambut baik inisiatif yang dibawa oleh para mahasiswa. Menurutnya, kesadaran lingkungan di kalangan remaja pesisir memang perlu terus dipupuk melalui aksi-aksi nyata seperti ini.
Identifikasi Lokasi : Tim gabungan berhasil memetakan dua titik utama yang dinilai paling membutuhkan restorasi.
Edukasi Bersama : Selain survei fisik, kegiatan ini juga diselingi dengan diskusi santai mengenai pentingnya menjaga hutan bakau dari sampah plastik.
Melalui sinergi antara akademisi dan pemuda lokal ini, diharapkan aksi penanaman mangrove yang dijadwalkan dalam waktu dekat dapat berjalan sukses dan memberikan dampak ekologis serta ekonomis yang nyata bagi masyarakat Desa Tanjung Luar.