You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Tanjung Luar
Logo Desa Tanjung Luar
Desa Tanjung Luar

Kec. Keruak, Kab. Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Selamat Datang di Website Resmi Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur - NTB Membangun Pemerintahan Yang Terbuka, Transparan, Demokratis Serta Memperhatikan Kesenjangan Sosial, Ekonomi Dan Lingkungan Masyarakat Tanjung Luar

AKSI CLEAN-UP PESISIR SUKSES TUTUP RANGKAIAN KEGIATAN KKN DESA TANJUNG LUAR UNIVERSITAS HAMZANWADI 2026 JADI PENYEMPURNA PROGRAM KERJA AKHIR DI DESA TANJUNG LUAR

tanjung luar 30 Juni 2026 Dibaca 18 Kali
AKSI CLEAN-UP PESISIR SUKSES TUTUP RANGKAIAN KEGIATAN KKN DESA TANJUNG LUAR UNIVERSITAS HAMZANWADI 2026 JADI PENYEMPURNA PROGRAM KERJA AKHIR DI DESA TANJUNG LUAR

(Tanjung Luar, 27 Juni 2026)— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi sukses mengakhiri masa pengabdian mereka di Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, dengan sebuah aksi nyata yang menyentuh jantung persoalan lingkungan setempat. Sebagai program kerja pamungkas, mereka menggelar aksi clean-up atau pembersihan massal di sepanjang kawasan pesisir pantai, sebuah langkah strategis yang sengaja diintegrasikan langsung setelah suksesnya agenda besar penanaman bibit mangrove beberapa waktu sebelumnya.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Desa Tanjung Luar dikenal secara luas sebagai salah satu pusat aktivitas perikanan dan pelabuhan bongkar muat ikan terbesar di Pulau Lombok. Namun, pesatnya aktivitas ekonomi laut ini menyisakan tantangan tersendiri, yaitu tingginya akumulasi sampah, terutama sampah plastik sekali pakai, yang kerap mencemari garis pantai dan ekosistem laut.

Mengapa Clean-Up Setelah Penanaman Mangrove Itu Krusial?

Bagi mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi, menanam mangrove barulah setengah dari perjuangan. Tantangan terbesar sesungguhnya adalah bagaimana memastikan bibit-bibit mangrove yang masih muda tersebut dapat bertahan hidup dan tumbuh dengan optimal.

"Mangrove yang baru ditanam sangat rentan. Jika sampah plastik tersangkut pada batang atau menutupi akar napasnya, bibit tersebut akan kekurangan oksigen, tersingkir dari sinar matahari, dan akhirnya mati. Oleh karena itu, clean-up ini adalah suplemen wajib demi menjaga asa bibit-bibit hijau yang telah kita tanam," ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN.

Sampah-sampah organik dan anorganik yang menyelimuti area pesisir dibersihkan secara detail. Mahasiswa dengan teliti menyisir sela-sela akar mangrove tua hingga area terbuka pantai untuk mengumpulkan botol plastik, jaring bekas, styrofoam, dan limbah domestik lainnya yang terbawa arus pasang surut air laut.

Sinergi Kuat : Bergerak Bersama Masyarakat dan Pemuda Setempat

Keberhasilan program kerja terakhir ini tidak lepas dari pendekatan persuasif yang dilakukan mahasiswa kepada warga lokal. Aksi ini tidak hanya menjadi panggung bagi para mahasiswa, melainkan sebuah gerakan kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa KKN juga menyelipkan edukasi berbasis dialog santai mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari rumah tangga agar tidak berakhir di laut. Hal ini krusial mengingat keberlanjutan ekosistem laut Tanjung Luar berdampak langsung pada komoditas hasil laut yang menjadi mata pencaharian utama mayoritas warga.

Dampak dan Volume Sampah yang Berhasil Dievakuasi

Dalam aksi yang berlangsung sejak pagi buta hingga siang hari tersebut, puluhan kantong sampah berukuran besar (*trash bag*) berhasil dikumpulkan dan diangkut ke tempat pembuangan yang lebih layak. Sebagian besar sampah yang mendominasi adalah sampah plastik mikro dan makro yang sulit terurai secara alami.

Dengan bersihnya area pesisir ini, wajah pantai Tanjung Luar tidak hanya terlihat lebih asri dan estetis, namun yang terpenting adalah terciptanya lingkungan tumbuh yang steril bagi ekosistem mangrove baru. Mangrove ini ke depannya diproyeksikan menjadi benteng alami tangguh dari ancaman abrasi air laut sekaligus menjadi rumah baru bagi biota laut seperti kepiting, udang, dan ikan-ikan kecil.

Penutupan KKN yang Berkesan dan Berkelanjutan

Program "clean-up" pesisir ini menjadi penanda berakhirnya masa bakti KKN Universitas Hamzanwadi di Desa Tanjung Luar. Program penutup ini mendapat apresiasi yang luar biasa tinggi dari jajaran pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat. Mahasiswa dinilai tidak sekadar menjalankan menggugurkan kewajiban akademik, melainkan mampu memberikan solusi jangka panjang bagi kelestarian lingkungan desa.

Melalui aksi pamungkas ini, Universitas Hamzanwadi kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generator muda yang adaptif, peka terhadap isu sosial-ekologi, serta mampu berbaur dan menggerakkan masyarakat ke arah yang lebih positif. Warisan (*legacy*) yang ditinggalkan di Tanjung Luar bukan sekadar ribuan pohon mangrove yang tertanam, melainkan tumbuhnya kesadaran baru akan pentingnya menjaga kebersihan laut demi masa depan generasi mendatang.

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan