Harmoni Tradisi dan Seni: Penutupan KKN Universitas Hamzanwadi 2026 di Desa Tanjung Luar Nuansa Adat Bugis
TANJUNG LUAR, (Senin, 06 Juli 2026) — Suasana khidmat sekaligus semarak menyelimuti malam penutupan (closing ceremony) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi tahun 2026 di Desa Tanjung Luar. Acara yang mengusung kearifan lokal adat Bugis—sebagai salah satu identitas budaya kuat di desa pesisir ini—menjadi panggung perpisahan yang tak terlupakan antara mahasiswa dan warga setempat. Sejak awal malam, nuansa sarat budaya langsung terasa kental dengan kehadiran para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan deretan pemuda Desa Tanjung Luar yang mengenakan pakaian adat khas, menegaskan kuatnya sinergi dan rasa kekeluargaan yang telah terbangun erat selama masa pengabdian.
Rangkaian acara resmi diawali dengan sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang menyampaikan rasa bangga dan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Tanjung Luar. DPL mengapresiasi kehangatan warga yang telah menerima, membimbing, dan menganggap para mahasiswa seperti keluarga sendiri selama menjalankan program kerja. Kehadiran pihak kampus ini sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban akademis atas kerja nyata yang telah dilakukan mahasiswa di tengah-tengah masyarakat.
Suasana semakin sakral saat Tokoh Adat Bugis setempat naik ke atas panggung untuk memberikan petuah bijak dan apresiasi tingginya. Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi tidak hanya membawa pembaruan melalui program kerja, tetapi juga mampu melebur secara harmonis, menjaga tata krama, serta menghormati tatanan adat dan kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh leluhur di desa pesisir tersebut.
Sebagai pemuncak ruang amanat, Kepala Desa Tanjung Luar memberikan sambutan hangat yang sarat akan rasa terima kasih atas dedikasi dan kontribusi nyata yang telah ditorehkan mahasiswa. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa juga secara resmi melepas para mahasiswa untuk kembali ke bangku perkuliahan. Sambutan ini sekaligus membuka estafet keberlanjutan program desa yang diharapkan dapat terus dijaga oleh para pemuda dan masyarakat setempat setelah masa KKN berakhir.
Panggung acara kemudian diambil alih oleh ragam pertunjukan seni yang memukau, memadukan kreativitas mahasiswa dan potensi lokal. Ketangkasan fisik ditampilkan lewat atraksi pencak silat legendaris khas desa tanjung luar oleh mahasiswa KKN, Tokoh Adat maupun Masyarakat beserta Pemuda Desa Tanjung Luar yang energetik, disusul oleh persembahan Tari Kreasi dari Tim KKN Universitas Hamzanwadi yang menggabungkan gerak ritmis tradisional dan modern sebagai simbol dinamika pemuda yang adaptif. Suasana malam semakin mencair dan meriah ketika penampilan live band naik ke atas panggung, mengajak seluruh penonton dan pemuda desa bernyanyi bersama dalam harmoni kebersamaan.
Malam puncak ini akhirnya ditutup dengan prosesi utama yang penuh emosional, yaitu penarikan resmi mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi dari Desa Tanjung Luar. Isak haru tak terbendung saat momentum bersalaman dan pamitan berlangsung di penghujung acara antara mahasiswa dengan warga yang memadati lokasi. Air mata yang mengalir menjadi saksi bisu bahwa meski pengabdian secara fisik telah usai, kedekatan emosional dan jejak pembangunan yang telah dirintis akan tetap hidup mengakar di Desa Tanjung Luar tercinta.
Acara Closing ceremony ini diakhiri dengan sesi foto bersama KKN Universitas Hamzanwadi, DPL, Tokoh Adat, Agama dan Masyarakat, Perangkat Desa, Pemuda-Pemudi Desa Tanjung Luar.