You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Tanjung Luar
Logo Desa Tanjung Luar
Desa Tanjung Luar

Kec. Keruak, Kab. Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Selamat Datang di Website Resmi Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur - NTB Membangun Pemerintahan Yang Terbuka, Transparan, Demokratis Serta Memperhatikan Kesenjangan Sosial, Ekonomi Dan Lingkungan Masyarakat Tanjung Luar

AKSI PENANAMAN 1700 MANGROVE KKN TANJUNG LUAR UNIVERSITAS HAMZANWADI 2026 BERSAMA PEMUDA-PEMUDI DESA TANJUNG LUAR

tanjung luar 30 Juni 2026 Dibaca 15 Kali
AKSI PENANAMAN 1700 MANGROVE KKN TANJUNG LUAR UNIVERSITAS HAMZANWADI 2026 BERSAMA PEMUDA-PEMUDI DESA TANJUNG LUAR

Hijaukan Pesisir Lombok Timur Khususnya Bagian Tanjung Luar , KKN Tanjung Luar Universitas Hamzanwadi 2026 bersama Pemuda Pemudi Desa Tanjung Luar Tanam 1.700 Mangrove

(LOTIM, Tanjung Luar, 27 Juni 2026) – Dalam upaya nyata menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan mengantisipasi dampak perubahan iklim, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi Desa Tanjung Luar tahun 2026 sukses menggelar aksi lingkungan bertajuk penanaman 1.700 bibit mangrove. Kegiatan yang berpusat di kawasan pesisir Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Pemuda-Pemudi Tanjung Luar yang di hadiri para volunteer (relawan) dari berbagai kalangan.

Aksi lingkungan ini lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya menjaga benteng pertahanan pantai, mengingat Desa Tanjung Luar merupakan salah satu pusat aktivitas kelautan dan perikanan terbesar di Lombok Timur yang rentan terhadap ancaman abrasi.

Selain di hadiri oleh volunteer dari berbagai kalangan aksi penanaman ini juga di hadiri oleh Kepala Desa Tanjung dan beberapa perangkat Desa, dalam aksi ini beliau menyampaikan pentingnya mangrove di daerah pesisir 

​"Bagi masyarakat Desa Tanjung Luar, mangrove adalah pelindung sekaligus sumber penghidupan. Tanaman ini menjadi benteng alami yang melindungi pemukiman kita dari abrasi dan gelombang pasang, sekaligus menjadi tempat berkembang biaknya ikan dan kepiting yang menjadi tumpuan para nelayan. Merusak mangrove berarti merusak masa depan ekonomi desa. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh warga dan mahasiswa KKN untuk bersinergi melestarikan hutan mangrove demi keamanan dan kesejahteraan generasi masa depan Tanjung Luar." Ujar Kepala Desa

Kolaborasi Lintas Generasi dan Komunitas

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus perwakilan Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi mengungkapkan bahwa keberhasilan penanaman 1.700 mangrove ini tidak lepas dari kuatnya sinergi di lapangan. Slogan "Membangun Desa" diimplementasikan secara nyata melalui aksi pemulihan lingkungan.

 "Kami sangat bangga dan berterima kasih melihat antusiasme yang luar biasa. Awalnya kami merancang program ini bersama pemuda-pemudi lokal, namun saat pendaftaran *volunteer* dibuka, respons dari masyarakat luas di luar ekspektasi. Ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan Tanjung Luar adalah tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Peserta yang hadir dalam aksi ini juga di hadiri oleh beberapa tokoh penting seperti, BABINSA, POLMAS, BABINKAMTIBMAS Desa Tanjung Luar dan Komandan Posal Teluk Awang/Tanjung Luar, selain berasal dari warga lokal dan perangkat desa, tetapi juga dihadiri oleh :

● Komunitas pencinta alam dan lingkungan

● Delegasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tetangga.

● Siswa-siswi sekolah menengah sekitar kawasan Keruak.

Sinergi Pemuda Lokal Sebagai Motor Penggerak

Keterlibatan aktif Pemuda-Pemudi Tanjung Luar menjadi poin krusial dalam program kerja ini. Sebagai pilar utama penggerak desa, para pemuda tidak hanya membantu dalam proses teknis penanaman, tetapi juga berkomitmen untuk menjaga dan merawat bibit-bibit mangrove yang telah tertanam agar dapat tumbuh dengan optimal.

Perwakilan tokoh pemuda Tanjung Luar menyatakan bahwa aksi ini menjadi momentum kebangkitan kepedulian generasi muda terhadap masa depan ekologi desa mereka. Menurutnya, mangrove yang ditanam hari ini adalah investasi jangka panjang untuk melindungi pemukiman warga dari hantaman ombak besar dan menjaga kelangsungan ekosistem laut yang menjadi sumber mata pencaharian utama nelayan setempat.

Dampak Ekologis dan Berkelanjutan

Penanaman 1.700 mangrove ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan secara ekologis, di antaranya:

1. Mencegah Abrasi Pantai : Akar mangrove yang kuat akan mengikat sedimen tanah, sehingga meminimalisir pengikisan daratan oleh air laut.

2. Restorasi Habitat Laut : Kawasan mangrove yang lestari akan menjadi tempat memijah (spawning ground) yang ideal bagi ikan, kepiting, dan biota laut lainnya, yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

3. Edukasi Lingkungan secara Langsung : Kegiatan ini berhasil menjadi media pembelajaran aplikatif bagi seluruh volunteer mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Aksi penanaman mangrove bersama KKN Universitas Hamzanwadi dan Pemuda-Pemudi Tanjung Luar ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan deklarasi komitmen untuk terus mengawal isu-isu lingkungan di wilayah pesisir Lombok Timur. Melalui semangat gotong baur (gotong royong), langkah kecil dari Tanjung Luar ini diharapkan mampu menginspirasi gerakan-gerakan pemulihan lingkungan yang lebih masif di masa depan.

Aksi Penanaman 1700 Bibit Mangrove ini di Support oleh Source, Autore pearl culture, Kabar Baik (BUMN), DAR III Putra dan Estuaria

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan